Cermat Kita – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121 yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur fisik seperti pengaspalan jalan atau renovasi madrasah. Lebih dari itu, kehadiran Satuan Tugas (Satgas) TMMD di ujung timur Pulau Madura ini membawa misi kemanusiaan yang menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan masyarakat, yakni kesehatan.
Di tengah keterbatasan akses geografis di beberapa pelosok desa di Sumenep, Satgas TMMD hadir sebagai oase. Layanan kesehatan yang diberikan tidak hanya bersifat stasioner di posko kesehatan, tetapi juga dilakukan secara aktif melalui metode door-to-door. Tim medis dari Satgas TMMD berkeliling menyisir pemukiman warga untuk memastikan tidak ada penduduk yang terabaikan kondisi fisiknya selama masa program berlangsung.
Satgas TMMD Sumenep Hadirkan Layanan Kesehatan Door-to-Door
Fokus utama layanan kesehatan TMMD kali ini adalah pada tindakan preventif dan pengobatan umum. Banyak warga lanjut usia di pelosok Sumenep yang selama ini enggan memeriksakan diri ke Puskesmas karena kendala jarak dan transportasi. Dengan hadirnya tim medis TNI di depan pintu rumah mereka, warga merasa lebih nyaman dan diperhatikan.
Layanan yang diberikan meliputi:
- Pemeriksaan Tekanan Darah: Mengingat tingginya angka hipertensi di kalangan lansia.
- Konsultasi Keluhan Umum: Penanganan penyakit ringan seperti flu, rematik, hingga penyakit kulit.
- Edukasi Gizi dan Stunting: Memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan menyusui untuk menekan angka stunting di wilayah pedesaan Sumenep.
- Pemberian Obat-obatan dan Vitamin: Secara gratis untuk menunjang daya tahan tubuh warga di tengah cuaca yang tidak menentu.
Mengatasi Kendala Geografis
Kabupaten Sumenep memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan banyak kepulauan dan desa terpencil. Satgas TMMD memahami bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat hanya bisa terwujud jika negara hadir dalam kesulitan yang dialami rakyatnya. Layanan kesehatan keliling ini menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya mahir dalam memegang senjata, tetapi juga memiliki kelembutan hati dalam merawat warga.
Interaksi yang terjadi selama pemeriksaan kesehatan juga menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif. Warga tidak lagi merasa sungkan dengan seragam loreng; sebaliknya, mereka melihat sosok prajurit sebagai pelindung sekaligus kawan diskusi mengenai pola hidup sehat. Kedekatan emosional inilah yang menjadi pondasi keberhasilan TMMD dalam membangun kemandirian desa.
Dampak Jangka Panjang
Dampak dari layanan kesehatan ini tidak berhenti saat program TMMD usai. Dengan adanya edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), masyarakat Sumenep kini lebih sadar akan pentingnya sanitasi dan asupan nutrisi seimbang. Program ini secara tidak langsung membangun ketahanan wilayah melalui sektor kesehatan masyarakat yang prima.
Partisipasi aktif tenaga medis dari RS TNI yang diperbantukan dalam Satgas menunjukkan profesionalisme yang tinggi. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, menembus medan yang sulit demi memastikan setiap detak jantung warga binaan tetap sehat. Semangat “TNI Manunggal Rakyat” benar-benar terpotret jelas dalam setiap tensi darah yang diukur dan setiap butir obat yang diberikan.
Sebagai penutup, layanan kesehatan Satgas TMMD di Sumenep adalah bentuk dedikasi tanpa batas. Pembangunan fisik memang penting untuk mobilitas ekonomi, namun masyarakat yang sehat adalah modal utama untuk menggerakkan roda kemajuan desa tersebut di masa depan. Melalui TMMD, Sumenep tidak hanya berbenah secara rupa, tetapi juga menguat secara raga.
