MBG Berjalan Serempak 8 Januari 2026: Fokus Gizi dan Keamanan Pangan

MBG Berjalan Serempak 8 Januari 2026 Fokus Gizi dan Keamanan Pangan

CERMAT KITABadan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2026 akan dimulai kembali secara serempak di seluruh Indonesia pada 8 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan sinkronisasi distribusi pangan bergizi bagi jutaan anak sekolah, ibu hamil, dan balita di tanah air setelah masa transisi libur akhir tahun.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penentuan tanggal 8 Januari sebagai titik mulai serentak didasarkan pada kesiapan teknis di lapangan. Menurutnya, meskipun kalender akademik sekolah sedang dalam masa libur, intervensi gizi tidak boleh terputus, terutama bagi kelompok prioritas.

Masa Persiapan Intensif Selama 5 Hari

Sebelum peluncuran serempak pada 8 Januari, BGN telah menetapkan masa persiapan khusus bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Masa persiapan ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026.

Dadan menegaskan bahwa lima hari tersebut merupakan periode krusial untuk melakukan audit kesiapan di setiap titik distribusi. Fokus utama dalam masa persiapan ini mencakup:

  1. Kesiapan Dapur dan Higienitas: Memastikan seluruh peralatan masak dan area pengolahan makanan memenuhi standar sanitasi yang ketat.
  2. Manajemen Distribusi: Penataan ulang jalur logistik agar makanan sampai ke penerima manfaat dalam kondisi segar dan tepat waktu.
  3. Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM): Penguatan kembali protokol operasional bagi petugas masak dan kurir distribusi.
  4. Standar Keamanan Pangan: BGN berkolaborasi dengan BPOM untuk memperketat pengawasan kualitas bahan baku guna mencegah insiden keracunan pangan.

Kebijakan Fleksibel Selama Masa Libur Sekolah

Salah satu poin penting dalam pengumuman kali ini adalah fleksibilitas layanan bagi anak sekolah selama masa liburan. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, meluruskan spekulasi mengenai paksaan bagi siswa untuk datang ke sekolah hanya untuk mengambil jatah makan.

“Untuk anak sekolah, sifatnya opsional. Jika sekolah atau wali murid tidak memungkinkan mengambil karena alasan teknis atau sedang berlibur, itu tidak masalah. Namun, bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami sediakan melalui mekanisme yang disepakati bersama,” ujar Nanik dalam keterangannya di Jakarta.

Bagi sekolah yang memilih untuk tetap menerima layanan selama libur, SPPG menawarkan skema pengiriman makanan dalam bentuk paket makanan kering atau paket gizi yang lebih tahan lama, menyesuaikan dengan permintaan pihak sekolah. Hal ini bertujuan agar perbaikan gizi tetap konsisten tanpa mengganggu waktu istirahat siswa.

Prioritas Kelompok Rentan (B3)

Berbeda dengan siswa sekolah yang bersifat opsional selama liburan, intervensi gizi bagi kelompok B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) dipastikan tidak akan terhenti. BGN menegaskan bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan adalah “masa emas” yang tidak mengenal hari libur.

Layanan MBG untuk kelompok prioritas ini tetap berjalan pada akhir Desember 2025 (tanggal 26, 27, 29, 30, dan 31) dan akan langsung tancap gas kembali di awal Januari tanpa hambatan berarti. Pemerintah berkomitmen menjaga asupan protein dan vitamin bagi kelompok ini guna mengejar target penurunan angka stunting nasional secara signifikan pada tahun 2026.

Anggaran dan Target 2026

Memasuki tahun 2026, program MBG mendapatkan alokasi anggaran yang cukup signifikan, mencapai angka ratusan triliun rupiah sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan jangkauan program ini dapat mencakup hingga 80% dari total populasi sasaran pada akhir tahun 2026, sebelum menuju target 100% di tahun 2029.

Dengan dimulainya kembali program secara serempak pada 8 Januari, diharapkan seluruh ekosistem pendukung, mulai dari pemasok bahan pangan lokal, koperasi desa, hingga SPPG, dapat bergerak harmonis dalam satu komando untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan cerdas.