Viral Jukir Bogor Mabuk Hampir Pukul Wanita, Pelaku Diamankan Polisi

Viral Jukir Bogor Mabuk Hampir Pukul Wanita, Pelaku Diamankan Polisi

CERMAT KITA – Sebuah video yang menunjukkan seorang juru parkir (jukir) di Kota Bogor dalam kondisi mabuk sedang bersitegang dengan seorang wanita viral di media sosial pada akhir pekan ini. Video tersebut menunjukkan momen saat sang jukir diduga hendak memukul wanita itu setelah ditegur. Kejadian ini mengundang kecaman dari netizen serta mengakibatkan pelaku akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20 Desember 2025) di sebuah area dekat pusat perbelanjaan di Bogor, di mana jukir yang belakangan diidentifikasi bernama Robidin alias Bidin tampak dalam keadaan tidak sadar sepenuhnya akibat pengaruh alkohol. Dalam video viral tersebut, terlihat pria berkaus abu-abu ini terlibat cekcok mulut dengan seorang wanita, dan hampir melayangkan pukulan kepada korban yang semula menegurnya karena terkena cipratan air dari genangan.

Menurut pengamatan dari rekaman video yang beredar, sang jukir mulai menghentak-hentakkan kaki dan bergerak agresif ke arah wanita yang merekam kejadian dengan ponselnya. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi terlihat mencoba melerai dan menahan pria tersebut agar tidak melakukan tindakan lebih jauh. Namun, suasana sempat memanas sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.

Pihak kepolisian dari Polsek Bogor Tengah kemudian menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi setelah menerima aduan tentang dugaan percobaan pemukulan tersebut.

“Terkait aduan masyarakat (dumas) tersebut sudah kami tindaklanjuti,” ujar Budi ketika dikonfirmasi, Minggu (21 Desember 2025).

Dalam keterangannya, Budi menjelaskan bahwa penyebab utama dari kejadian itu bermula ketika sang jukir yang sedang mabuk berjalan dan tanpa sadar menginjak genangan air, sehingga cipratan air mengenai wanita yang kemudian menegurnya. Bukannya meminta maaf, Bidin justru terlihat marah dan mulai bersitegang dengan wanita tersebut. Selama cekcok berlangsung, warga setempat mencoba menenangkan agar situasi tidak makin memburuk.

Meski sempat terjadi insiden hampir pukulan, dari hasil pemeriksaan polisi ternyata tidak ditemukan indikasi pemukulan secara langsung terhadap wanita yang bersangkutan. Korban mengaku dirinya tidak mengalami penganiayaan fisik. Pemeriksaan polisi justru menunjukkan bahwa keduanya akhirnya sepakat berdamai setelah dilakukan mediasi di lokasi.

Polisi pun memutuskan untuk menetapkan Bidin dengan status wajib lapor, sebuah tindakan administratif sebagai bagian dari penanganan kasus ini. Artinya, sang jukir tidak langsung ditahan, tetapi diwajibkan untuk secara rutin melapor kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan yang berlaku sambil proses pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.

Reaksi Masyarakat & Dampak Viral

Video insiden ini menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, dengan berbagai komentar dari warganet. Banyak yang mengkritik tindakan jukir yang dinilai arogan dan tak bertanggung jawab, terutama karena dilakukan ketika sedang berada di tempat umum. Beberapa netizen mengatakan bahwa tingkah laku seperti ini mencerminkan perlunya kesadaran dan kontrol pribadi, terutama ketika sedang bekerja atau bertemu pelanggan dan masyarakat umum.

Beberapa komentar menyoroti bahwa publik perlu lebih peduli terhadap perilaku alkohol yang berpotensi memicu konflik di ruang publik. Mereka mengingatkan bahwa minum alkohol di tempat kerja atau saat bertugas sebagai jukir bisa menimbulkan risiko tinggi terhadap keselamatan dan ketertiban umum.

Sementara itu, ada pula netizen yang mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian dalam menangani kasus ini, terutama dalam menenangkan situasi dan melakukan mediasi secara efektif sehingga konflik tidak berlanjut ke ranah penganiayaan fisik yang lebih serius.

Pendekatan Kepolisian & Penanganan Kasus

Pihak kepolisian Bogor menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan atau percobaan kekerasan di ruang publik tetap akan diproses secara hukum, meski tingkatannya masih dalam tahap mediasi dan penyelidikan. Dalam kasus ini, polisi menekankan bahwa tidak ada tindakan keras yang dilakukan terhadap korban, sehingga prioritas utama adalah memastikan tidak ada tindakan yang lebih parah terjadi serta memberikan edukasi kepada pelaku.

Kepala Kepolisian setempat juga menyatakan bahwa tindakan wajib lapor merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran pelaku bahwa perilaku tidak pantas dalam kondisi mabuk di ruang publik tidak dapat ditoleransi. Aparat terus mengimbau masyarakat agar berperilaku sopan dan saling menghormati satu sama lain untuk meminimalkan konflik serupa di masa depan.