Mantap! 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja Baru

Mantap! 65 Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja Baru

CERMAT KITA – Program strategis pemerintah dalam memodernisasi kawasan pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan bahwa pembangunan di 65 lokasi tahap pertama telah berhasil menyerap sebanyak 17.550 tenaga kerja, sebuah angka yang membawa angin segar bagi penguatan ekonomi lokal di awal tahun 2026.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mengimplementasikan visi Asta Cita, khususnya pada poin penguatan kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja secara masif dari pinggiran.

Penyerapan Tenaga Kerja: Bukan Sekadar Angka

Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada 7 Januari 2026, setiap lokasi KNMP rata-rata mampu menyerap sekitar 270 tenaga kerja. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa penyerapan ini bersifat inklusif, mencakup berbagai lapisan masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Tenaga kerja yang terserap berasal dari berbagai sektor. Mulai dari fase konstruksi fisik yang melibatkan ribuan pekerja lokal, hingga tenaga operasional yang nantinya akan mengelola fasilitas KNMP secara berkelanjutan,” ujar Latif dalam siaran pers resminya.

Peluang kerja ini terbagi ke dalam beberapa klaster utama:

  1. Sektor Konstruksi: Melibatkan warga lokal dalam pembangunan dermaga, gedung, dan perumahan nelayan.
  2. Sektor Operasional: Tenaga ahli dan operator untuk fasilitas cold storage, pabrik es, serta bengkel nelayan.
  3. Sektor Logistik & Hilirisasi: Pengelola Koperasi Desa Merah Putih, sentra kuliner, dan unit pengolahan ikan.

Fasilitas Modern: Mengubah Cara Kerja Nelayan

Program KNMP bukan sekadar proyek perbaikan rumah. Ini adalah transformasi ekosistem perikanan yang terintegrasi. Di setiap titik, pemerintah membangun fasilitas “hulu ke hilir” untuk memastikan nilai tambah produk perikanan tetap berada di tangan nelayan.

Beberapa fasilitas unggulan yang kini sudah mulai beroperasi di 65 titik tersebut meliputi:

  • Dermaga dan Tambatan Kapal: Memudahkan akses bongkar muat hasil tangkapan.
  • Pabrik Es dan Cold Storage: Solusi utama untuk menjaga kesegaran ikan sehingga harga jual tidak jatuh saat musim panen tiba.
  • SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan): Menjamin ketersediaan solar dengan harga resmi di lokasi yang mudah dijangkau.
  • Sentra Kuliner dan UMKM: Wadah bagi para istri nelayan untuk melakukan diversifikasi usaha, seperti pengolahan kerupuk ikan hingga restoran makanan laut.

“Sekarang nelayan tidak lagi sekadar menangkap ikan lalu habis. Dengan adanya pabrik es dan gudang beku, mereka punya daya tawar yang lebih baik terhadap tengkulak,” tambah Latif.

Menuju Target 1.100 Kampung Nelayan

Pemerintah tidak berhenti di 65 lokasi. Saat ini, pembangunan tahap kedua di 35 lokasi tambahan tengah dikejar pembangunannya dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Secara total, Presiden Prabowo menargetkan pembangunan hingga 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh pelosok Indonesia hingga tahun 2027.

Langkah ambisius ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di desa-desa pesisir secara permanen. Selain itu, program ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan produksi protein hewani nasional, mendukung program makan bergizi gratis, serta memperkuat swasembada pangan berbasis laut.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Selain dampak ekonomi berupa gaji dan pendapatan, KNMP juga membawa perubahan sosial melalui pendekatan social engineering. Masyarakat pesisir diedukasi untuk mengelola koperasi secara profesional melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Di Kabupaten Bantul dan Konawe misalnya, kehadiran KNMP dilaporkan telah memicu kenaikan pendapatan nelayan hingga 30% berkat efisiensi biaya logistik dan perbaikan kualitas penyimpanan hasil laut. Wajah kampung yang dulunya kumuh kini berubah menjadi tertata, bersih, dan bahkan berpotensi menjadi destinasi wisata bahari baru.