Harga Pangan Naik Saat Nataru 2025, YIS & OK OCE Gelar Bazar Murah

Harga Pangan Naik Saat Nataru 2025, YIS & OK OCE Gelar Bazar Murah

CERMAT KITA – Menjelang puncak perayaan Tahun Baru 2026, masyarakat Indonesia kembali dihadapkan pada tantangan ekonomi klasik: lonjakan harga kebutuhan pokok. Fenomena tahunan yang menyertai momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini memicu kekhawatiran, terutama bagi kelompok masyarakat prasejahtera. Menanggapi kondisi tersebut, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever bergerak cepat menyelenggarakan Bazar Sembako Murah untuk membantu meringankan beban pengeluaran warga.

Fenomena Kenaikan Harga Pangan di Penghujung 2025

Memasuki akhir Desember 2025, fluktuasi harga pangan di berbagai pasar tradisional mulai menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), sejumlah komoditas utama seperti cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam, hingga beras mengalami kenaikan harga di atas rata-rata.

Harga cabai rawit merah di beberapa wilayah dilaporkan sempat menyentuh angka Rp80.000 hingga Rp120.000 per kilogram, sementara telur ayam ras kini berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat selama libur akhir tahun serta kendala distribusi akibat faktor cuaca ekstrem di beberapa wilayah produksi.

Situasi ini tentu memberikan tekanan berat pada daya beli masyarakat, khususnya bagi para ibu rumah tangga yang harus memutar otak agar dapur tetap mengepul di tengah keterbatasan anggaran.

Kolaborasi YIS dan OK OCE Forever: Solusi Nyata di Akar Rumput

Melihat urgensi kebutuhan warga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan OK OCE Forever menggelar inisiatif Bazar Sembako Murah pada Sabtu (27/12/2025). Kegiatan ini dipusatkan di Kantor OK OCE Forever, kawasan Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur.

Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk empati dan kehadiran nyata bagi masyarakat yang paling terdampak oleh inflasi pangan.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah bahan pokok biasanya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini tentu memberatkan masyarakat, terutama warga prasejahtera, janda, dan lansia. Melalui penyediaan paket sembako murah ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dengan harga yang sangat terjangkau,” ujar Sandiaga dalam keterangannya.

Sasar Kelompok Rentan: Janda dan Lansia

Bazar ini tidak sekadar menjual barang murah, tetapi juga memiliki sasaran penerima manfaat yang terkurasi dengan baik. Fokus utama program kali ini adalah perempuan dhuafa berusia di atas 40 tahun, termasuk janda dan lansia yang seringkali luput dari jangkauan bantuan formal.

Dalam bazar ini, warga dapat menebus paket sembako senilai Rp100.000 dengan harga yang jauh di bawah pasar. Setiap paket tersebut berisi:

  • Beras kualitas baik sebanyak 3 kilogram.
  • Minyak Goreng 1 liter.
  • Gula Pasir 1 kilogram.
  • Mie Instan dan Teh Celup.

Ketua OK OCE Forever, Esti Dwi Gandini, mengungkapkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi karena kenaikan harga di pasar sudah dianggap sangat mencekik.

Banyak warga yang mengeluh sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari belakangan ini. Kolaborasi ini memberikan dampak langsung yang bisa dirasakan oleh emak-emak,” tambahnya.

Harapan Stabilitas Harga di Tahun Baru

Meskipun bazar ini bersifat bantuan stimulan, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat diharapkan terus bersinergi dalam menjaga rantai pasok pangan. Selain di Kramatjati, YIS sebelumnya juga telah melakukan aksi serupa di wilayah Duren Sawit untuk memastikan jangkauan bantuan lebih luas di wilayah Jakarta Timur.

Dengan adanya langkah taktis dari lembaga filantropi dan komunitas seperti YIS dan OK OCE, diharapkan beban masyarakat selama periode Nataru 2025 dapat terkompensasi, sembari menunggu langkah stabilisasi harga secara nasional oleh pihak terkait.