Arus Balik Natal 2025: Ratusan Ribu Kendaraan Mulai Padati Gerbang Tol Jakarta

Arus Balik Natal 2025 Ratusan Ribu Kendaraan Mulai Padati Gerbang Tol Jakarta

CERMAT KITA – Gelombang arus balik warga yang menghabiskan libur Hari Raya Natal 2025 mulai menunjukkan puncaknya pada awal pekan ini. Berdasarkan data terbaru dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, ratusan ribu kendaraan mulai memadati ruas jalan tol utama yang mengarah ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

Hingga Senin (29/12/2025), tercatat lebih dari 200.000 kendaraan telah kembali ke Jabotabek melalui empat Gerbang Tol (GT) Utama. Lonjakan ini menandakan berakhirnya fase pertama libur panjang akhir tahun sebelum masyarakat bersiap menyambut perayaan Malam Tahun Baru 2026.

Lonjakan Signifikan di Pintu Masuk Utama

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa peningkatan volume lalu lintas terjadi secara signifikan sejak Minggu sore (28/12). Berdasarkan periode data 24 jam (H+3 Natal), total 200.311 kendaraan tercatat masuk kembali ke Jakarta. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 7,16% dibandingkan dengan lalu lintas normal harian yang biasanya berada di angka 179.147 kendaraan.

Distribusi lalu lintas yang kembali ke Jabotabek mayoritas berasal dari tiga arah utama:

  1. Arah Timur (Trans Jawa & Bandung): Menjadi penyumbang terbesar dengan total sekitar 102.013 kendaraan (50,9%).
  2. Arah Barat (Merak): Mencatat sekitar 45.815 kendaraan yang kembali setelah menyeberang dari Pulau Sumatera.
  3. Arah Selatan (Puncak & Sukabumi): Sebanyak 43.964 kendaraan mengalir dari kawasan wisata Puncak melalui GT Ciawi.

Kenaikan paling mencolok terpantau di GT Cikunir 6 yang melayani arus dari arah Jalan Tol Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ), dengan lonjakan mencapai 20,5% dibanding kondisi normal.

Rekayasa Lalu Lintas dan Strategi Contraflow

Guna mengantisipasi kepadatan yang terus meningkat, Korlantas Polri bersama Jasa Marga telah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Skema contraflow (lawan arus) menjadi senjata utama petugas di titik-titik krusial seperti Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Pada Minggu malam hingga Senin dini hari, petugas memperpanjang jarak penerapan contraflow mulai dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta. Langkah ini diambil setelah volume kendaraan dari arah Tol Trans Jawa dan Tol Cipularang bertemu di titik pertemuan (junction) Cikampek Utama, yang menyebabkan perlambatan kecepatan kendaraan hingga di bawah 30 km/jam.

“Kami terus memantau v/c ratio (rasio volume kendaraan dibanding kapasitas jalan). Jika sudah menyentuh angka kritis, diskresi kepolisian untuk menambah lajur contraflow atau bahkan one way akan segera dilakukan,” ujar pihak Korlantas Polri dalam keterangannya.

Tantangan di Jalan Tol Layang MBZ

Tol Layang MBZ tetap menjadi jalur favorit sekaligus tantangan tersendiri bagi petugas. Pada puncak arus balik kali ini, tercatat lebih dari 42.000 kendaraan melintasi tol layang tersebut dalam satu hari. Kepadatan di jalur ini sering kali disebabkan oleh kendaraan yang mengalami gangguan teknis atau kelelahan pengemudi, yang dampaknya bisa mengekor hingga puluhan kilometer karena ketiadaan bahu jalan yang luas.

Pemerintah juga tetap memberlakukan pembatasan operasional bagi kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas di ruas tol tertentu untuk memberikan prioritas bagi kendaraan pribadi dan bus penumpang.

Imbauan bagi Pengguna Jalan

Menjelang malam pergantian tahun yang hanya tinggal menghitung hari, Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengatur waktu perjalanan dengan bijak. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  • Kecukupan Saldo E-Toll: Pastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi untuk menghindari antrean panjang di gerbang tol.
  • Kondisi Fisik dan Kendaraan: Pastikan pengemudi dalam kondisi prima dan kendaraan tidak mengalami masalah mesin atau ban.
  • Patuhi Arahan Petugas: Pengguna jalan diminta tidak memaksakan diri masuk ke rest area yang sudah penuh dan disarankan menggunakan fasilitas di luar tol jika diperlukan.

Situasi arus balik ini diprediksi akan terus mengalir namun cenderung melandai pada Selasa besok, sebelum nantinya akan terjadi gelombang arus balik kedua yang lebih besar setelah libur Tahun Baru pada 4-5 Januari 2026 mendatang.