CERMAT KITA – Geliat olahraga tarung campuran atau Mixed Martial Arts (MMA) di Indonesia semakin menunjukkan taringnya di kancah internasional. Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami) secara resmi mengumumkan keberangkatan 11 atlet terbaiknya untuk berlaga di ajang 3rd AMMA Championship 2026. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung di Luzhou, Tiongkok, mulai pekan ini dan menjadi panggung krusial bagi masa depan MMA nasional.
Keikutsertaan delegasi Indonesia di turnamen ini bukan sekadar untuk mengejar medali, melainkan merupakan bagian dari jalur kualifikasi resmi menuju Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Aichi-Nagoya, Jepang. Kejuaraan di bawah naungan Asian Mixed Martial Arts Association (AMMA) ini menjadi tolok ukur utama kekuatan atlet se-Asia sebelum berlaga di pesta olahraga terbesar di benua kuning tersebut.
Optimisme Berdasarkan Capaian Gemilang
Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan, menyatakan optimisme tinggi terhadap performa para petarung Indonesia. Dasar keyakinan ini berpijak pada catatan impresif tim Indonesia pada perhelatan SEA Games 2025 di Thailand lalu.
“Kami membawa atlet-atlet yang memiliki rekam jejak kuat. Pada SEA Games 2025, Indonesia mengirimkan enam atlet dan semuanya berhasil membawa pulang medali. Capaian 100 persen medali ini menjadi modal mental yang luar biasa bagi para petarung kita untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di Tiongkok,” ujar Tommy Paulus dalam keterangan resminya (7/1/2026).
Pembagian Kategori dan Daftar Atlet
Kontingen Indonesia mengirimkan perwakilan yang terbagi dalam dua kategori utama, yakni Traditional MMA dan Modern MMA. Berikut adalah daftar lengkap 11 atlet yang bertolak ke Tiongkok:
Kategori Traditional MMA:
- Alfiandi – Kelas 60 kg (Putra)
- Eugene Darrien Djubair – Kelas 65 kg (Putra)
- Delvi Nurfadilah – Kelas 49 kg (Putri)
- Dwi Ani Retno Wulan – Kelas 54 kg (Putri) – Peraih medali emas SEA Games 2025
- Yusni Nurhayati Hutasoit – Kelas 60 kg (Putri)
Kategori Modern MMA:
- Riswan Efendi Hutabalian – Kelas 56 kg (Putra)
- Jon Setiawan Saragih – Kelas 60 kg (Putra)
- Albert – Kelas 65 kg (Putra)
- Novia Pesik – Kelas 49 kg (Putri)
- Vallensia Fahira Hotmauli – Kelas 54 kg (Putri)
- Maydelse Sitepu – Kelas 60 kg (Putri)
Delegasi ini didampingi oleh tim pelatih berpengalaman, yakni Marcos De Mello Machiado dan Muhammad Fadli. Selain atlet, Indonesia juga mengirimkan Agung Maulana yang akan bertugas sebagai wasit di ajang internasional tersebut, menunjukkan bahwa ekosistem MMA Indonesia berkembang tidak hanya dari sisi atlet, tapi juga perangkat pertandingan.
Persiapan Matang Berbasis Sport Science
PB Pertacami tidak main-main dalam mempersiapkan para atlet. Sejak awal tahun 2025, para petarung telah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Program latihan yang dijalankan mengedepankan pendekatan sport science untuk memantau perkembangan fisik, daya tahan, dan teknik secara terukur.
Selain aspek fisik, manajemen nutrisi juga menjadi prioritas. Tim dokter nutrisi dilibatkan secara khusus untuk memastikan berat badan atlet tetap stabil sesuai kelasnya tanpa mengurangi kekuatan fisik mereka saat hari pertandingan.
Jalan Terjal Menuju Sejarah di Asian Games
Asian Games 2026 di Nagoya akan menjadi momen bersejarah bagi dunia MMA, karena untuk pertama kalinya cabang olahraga ini dipertandingkan sebagai cabor prestasi. Oleh karena itu, AMMA Championship ke-3 di Luzhou ini menjadi sangat vital bagi Indonesia untuk mengamankan slot atau tiket kelolosan.
Dengan persaingan yang melibatkan negara-negara kuat seperti Kazakhstan, Tiongkok, dan Uzbekistan, tantangan bagi 11 pendekar Indonesia tentu tidak mudah. Namun, dengan persiapan matang dan semangat juang yang tinggi, Merah Putih diharapkan mampu memberikan kejutan dan memastikan lebih banyak atlet yang lolos ke Nagoya.
Dukungan publik dari tanah air sangat diharapkan untuk memompa semangat para atlet yang kini sedang berjuang di arena internasional demi mengharumkan nama bangsa.
