CERMAT KITA – Suasana duka dan kepanikan menyelimuti Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, setelah banjir bandang hebat menerjang sejumlah wilayah pada Sabtu (27/12/2025). Akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak Jumat malam, debit air sungai meluap dengan sangat cepat, menenggelamkan permukiman warga hingga ketinggian dua meter atau setinggi atap rumah.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, wilayah yang mengalami dampak terparah adalah Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong. Tercatat sedikitnya 1.466 unit rumah terendam dan lebih dari 1.615 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh terjangan air bah ini.
Kronologi dan Kondisi Terkini
Banjir mulai memasuki kawasan permukiman pada Sabtu dini hari saat sebagian besar warga masih terlelap. Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Pegunungan Meratus memicu aliran air yang sangat deras ke arah hilir. Di Desa Sungsum dan Desa Juuh, air naik begitu cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.
“Ini adalah banjir terparah yang pernah kami alami di Tebing Tinggi. Air datang seperti gelombang, tingginya mencapai atap rumah kami. Banyak warga yang terpaksa naik ke atap untuk menunggu evakuasi karena arus di bawah sangat kuat,” ujar salah satu warga terdampak.
Kapolres Balangan, AKBP Yulianor Abdi, yang meninjau lokasi secara langsung, mengonfirmasi bahwa ketinggian air di beberapa titik memang mencapai lebih dari dua meter. Hingga Minggu (28/12/2025) pagi, meski air di beberapa wilayah hulu mulai berangsur surut, endapan lumpur tebal setinggi 20-50 cm masih menutupi rumah warga dan jalanan utama.
Daftar Desa Terdampak di Kecamatan Tebing Tinggi
Petugas gabungan telah memetakan setidaknya delapan desa di Kecamatan Tebing Tinggi yang mengalami kerusakan signifikan, antara lain:
- Desa Juuh: 180 rumah terendam, sejumlah fasilitas umum seperti masjid dan SDN Juuh rusak.
- Desa Sungsum: 205 rumah terdampak, dengan kerusakan berat pada 15 unit rumah.
- Desa Mayanau: 171 rumah terendam, termasuk SDN Mayanau.
- Desa Tebing Tinggi: 277 rumah terendam, termasuk kantor desa dan kantor kecamatan.
- Desa Simpang Bumbuan, Simpang Nadong, Gunung Batu, dan Langkap.
Selain rumah tinggal, fasilitas publik seperti puskesmas, kantor Polsubsektor Tebing Tinggi, serta tempat ibadah juga tidak luput dari terjangan lumpur dan air.
Upaya Evakuasi dan Kebutuhan Mendesak
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja ekstra keras sejak Sabtu malam untuk melakukan operasi penyelamatan. Kendala utama di lapangan adalah arus air yang masih sangat deras di beberapa titik serta akses jalan yang terputus akibat genangan dan tumpukan kayu yang terbawa arus.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menyatakan bahwa saat ini warga sangat membutuhkan bantuan logistik segera.
“Bantuan yang paling mendesak adalah alat alkon (mesin penyedot air) untuk membersihkan lumpur, bahan makanan siap saji, air bersih, serta pakaian layak pakai,” ungkapnya.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Posko darurat dan dapur umum telah didirikan di titik-titik aman untuk menampung pengungsi.
Himbauan Waspada Bencana Susulan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Gubernur H. Muhidin juga telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bersiaga. Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga pergantian tahun, warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai diminta untuk tetap waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat.
Situasi ini juga berdampak pada arus lalu lintas di jalur Trans Kalimantan, di mana para pengguna jalan, termasuk jemaah yang hendak menuju acara keagamaan di wilayah sekitar, diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari titik banjir yang masih dalam penanganan.
