Viral Aspal Mengelupas Saat Banjir di Cirebon, Polisi: Itu Kejadian 2024

Viral Aspal Mengelupas Saat Banjir di Cirebon, Polisi Itu Kejadian 2024

CERMAT KITA – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video singkat yang memperlihatkan detik-detik lapisan aspal jalan terkelupas dan hanyut terbawa arus banjir yang cukup deras. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di wilayah Cirebon pada penghujung Desember 2025. Namun, pihak Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota dengan cepat memberikan klarifikasi resmi guna meredam keresahan masyarakat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa video yang viral tersebut bukanlah kejadian baru. Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan, rekaman itu merupakan peristiwa lama yang terjadi pada Desember 2024.

Kronologi Munculnya Video Viral

Video berdurasi kurang dari satu menit tersebut awalnya diunggah oleh salah satu akun di platform media sosial dan dengan cepat menyebar luas melalui grup WhatsApp serta aplikasi berbagi video lainnya. Dalam cuplikan tersebut, tampak genangan air setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa mengalir deras di sebuah kawasan pemukiman. Yang mengejutkan, lembaran-lembaran aspal jalan terlihat terangkat dari tanah dan hanyut mengikuti arus air layaknya potongan kertas.

Netizen pun ramai memberikan komentar yang menyudutkan kualitas infrastruktur jalan di lokasi tersebut. Banyak yang mengaitkan kejadian ini dengan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat, termasuk Cirebon, dalam beberapa hari terakhir di bulan Desember 2025.

Hasil Penelusuran Polisi di Lapangan

Merespons kegaduhan tersebut, Polres Cirebon Kota bersama jajaran Polsek Mundu segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi tempat pengambilan video. Hasilnya, petugas mengonfirmasi bahwa lokasi tersebut berada di Jalan Venus, Perumahan Lobunta, Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

“Kami sudah melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta warga setempat. Hasilnya, kami pastikan bahwa video itu adalah konten lama. Peristiwa aspal mengelupas tersebut terjadi pada tahun 2024, bukan di tahun 2025 ini,” ujar AKBP Eko Iskandar dalam keterangan resminya kepada media, Senin (29/12/2025).

Polisi juga menjelaskan bahwa kondisi Jalan Venus di Perumahan Lobunta saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dengan apa yang terlihat di video. Sebagian besar jalan yang rusak akibat banjir tahun lalu tersebut telah mendapatkan perbaikan dan pemeliharaan dari pihak terkait.

Kondisi Banjir Cirebon Saat Ini (Desember 2025)

Meski membenarkan bahwa Cirebon memang sempat mengalami kenaikan debit air di beberapa titik akibat curah hujan tinggi pada pekan Natal dan menjelang Tahun Baru 2026, pihak kepolisian memastikan kondisinya tidak separah yang digambarkan dalam video viral tersebut.

Berdasarkan data penanganan banjir dari tanggal 20 hingga 29 Desember 2025, Polres Cirebon Kota bersama TNI, BPBD, dan Pemerintah Daerah telah memetakan sekitar 20 titik rawan genangan. Karakteristik banjir di wilayah pesisir Cirebon saat ini cenderung cepat surut dalam waktu satu hingga dua jam karena air langsung mengalir ke muara.

“Kami terus bersiaga menjaga kelancaran arus mudik dan liburan Nataru. Hingga saat ini, jalur-jalur utama maupun kawasan pemukiman terpantau aman dan tidak ada hambatan berarti yang disebabkan oleh infrastruktur rusak akibat banjir,” tambah AKBP Eko.

Imbauan Agar Bijak Bermedia Sosial

Pihak kepolisian sangat menyayangkan adanya oknum yang sengaja mengunggah ulang video lama tanpa memberikan konteks waktu yang jelas. Hal ini dianggap dapat memicu disinformasi dan kepanikan di tengah masyarakat yang sedang waspada terhadap cuaca ekstrem.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk:

  1. Melakukan Cek Fakta: Jangan langsung membagikan informasi atau video yang belum terverifikasi kebenarannya.
  2. Melihat Sumber Resmi: Pantau kanal media sosial resmi kepolisian atau pemerintah daerah untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi bencana.
  3. Hindari Narasi Provokatif: Tidak menyebarkan konten yang bertujuan untuk menyudutkan pihak tertentu tanpa bukti yang valid.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik mengenai “aspal hanyut” di Cirebon dapat berakhir, dan masyarakat bisa fokus menikmati masa libur akhir tahun dengan tenang namun tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang sebenarnya.