PLN: Pemulihan Listrik Aceh Belum 100%, Ratusan Tiang Masih Rusak

PLN Pemulihan Listrik Aceh Belum 100%, Ratusan Tiang Masih Rusak

CERMAT KITA – Memasuki penghujung tahun 2025, PT PLN (Persero) secara resmi mengakui bahwa sistem kelistrikan di Provinsi Aceh belum sepenuhnya pulih. Meski upaya perbaikan terus dilakukan secara masif sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu, tantangan geografis dan skala kerusakan yang luar biasa membuat pemulihan total terhambat.

Hingga Selasa (30/12/2025), Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa meskipun sistem transmisi utama dan seluruh Gardu Induk (GI) sudah kembali beroperasi, distribusi listrik ke rumah-rumah pelanggan di beberapa wilayah pedalaman masih mengalami kendala serius.

Skala Kerusakan yang Masif

Dalam keterangan resminya, pihak PLN membandingkan skala kerusakan saat ini dengan tragedi Tsunami 2004. Jika pada Tsunami 2004 kerusakan sistem kelistrikan terkonsentrasi di 8 titik utama, bencana akhir tahun 2025 ini mencatat kerusakan di lebih dari 442 titik.

“Kerusakan kali ini sangat masif dan tersebar. Kami menemukan ratusan tiang listrik roboh, kabel transmisi terputus akibat tanah longsor, dan infrastruktur distribusi yang tertimbun material banjir,” ujar Darmawan.

Berdasarkan data terbaru, dari total 23 kabupaten/kota di Aceh, setidaknya masih ada delapan daerah yang pasokan listriknya belum normal 100 persen. Wilayah yang paling terdampak meliputi:

  1. Aceh Tengah: Masih terdapat sekitar 235 tiang listrik yang dalam proses perbaikan.
  2. Aceh Tamiang: Sebagian wilayah masih mengalami pemadaman karena gangguan pada jaringan lokal.
  3. Aceh Utara & Aceh Timur: Akses jalan yang terputus menghambat alat berat PLN menjangkau titik kerusakan di pelosok.

Tantangan di Lapangan: Medan Berat dan Cuaca Ekstrem

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menjelaskan bahwa kendala utama pemulihan bukan pada ketersediaan daya, melainkan pada aksesibilitas. Di Aceh Tengah, misalnya, banyak jaringan listrik yang melintasi kawasan perbukitan yang kini rawan longsor.

“Petugas kami harus memikul peralatan secara manual karena jalan utama tidak bisa dilewati kendaraan. Cuaca ekstrem yang masih sering terjadi di penghujung Desember ini juga memaksa kami menghentikan pekerjaan sementara demi keselamatan personel,” ungkapnya.

Selain faktor alam, PLN juga melaporkan adanya tindakan kriminal yang memperburuk keadaan. Di Aceh Besar, dilaporkan terjadi pencurian kabel trafo di tengah kondisi bencana, yang menyebabkan pemulihan di beberapa desa harus diulang dari nol.

Dampak Ekonomi dan Keluhan Warga

Kondisi listrik yang belum stabil ini mulai berdampak signifikan pada sektor ekonomi. Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Aceh melaporkan adanya pembengkakan biaya operasional akibat penggunaan genset secara terus-menerus. Bahkan, harga material bangunan seperti semen di beberapa daerah sempat meroket karena terganggunya proses distribusi dan produksi pabrik yang bergantung pada pasokan listrik stabil.

Di media sosial, gelombang keluhan warga terus mengalir. Masyarakat di Aceh Barat dan Abdya mengeluhkan layanan internet yang ikut lumpuh saat listrik padam, yang menghambat komunikasi pascabencana.

Langkah Percepatan Menjelang Tahun Baru

Menghadapi malam pergantian tahun, PLN telah mengerahkan bantuan personel tambahan dari unit-unit lain, termasuk relawan dari PLN UID Bali dan Sumatera Utara. Fokus utama saat ini adalah:

  • Pengoperasian Jalur Darurat: PLN telah berhasil mengoperasikan jalur transmisi kedua Arun-Bireuen menggunakan emergency tower untuk memperkuat stabilitas sistem.
  • Pemberian Genset Mobile: Untuk fasilitas publik seperti Puskesmas dan Masjid, PLN menyiagakan genset guna memastikan layanan dasar tetap berjalan.
  • Program Trauma Healing: Selain perbaikan fisik, PLN juga menerjunkan tim relawan untuk membantu warga di pengungsian melalui program bantuan sosial.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga terus memantau perkembangan ini. Menteri ESDM meminta PLN untuk memastikan setidaknya seluruh pusat keramaian dan fasilitas medis memiliki cadangan daya yang cukup selama masa pemulihan ini berlangsung.

PLN menargetkan pemulihan di wilayah-wilayah kritis akan tuntas dalam waktu dekat, seiring dengan dibukanya akses jalan oleh pihak terkait. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi melalui aplikasi PLN Mobile dan melaporkan jika terdapat gangguan di lingkungan mereka.