Super Flu Mengancam, Pemprov DKI Jakarta Siagakan Strategi Mitigasi Berlapis

Super Flu Mengancam, Pemprov DKI Jakarta Siagakan Strategi Mitigasi Berlapis

CERMAT KITA – Mengawali pekan pertama Januari 2026, kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan publik kembali meningkat menyusul merebaknya varian baru virus influenza yang dikenal dengan sebutan “Super Flu”. Meskipun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan situasi nasional masih terkendali, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dengan menyiapkan serangkaian strategi antisipasi guna mencegah terjadinya lonjakan kasus di wilayah Ibu Kota.

Hingga Selasa (6/1/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, belum ditemukan kasus positif Super Flu di Jakarta. Namun, mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi pasca-libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemprov DKI tidak ingin kecolongan.

Mengenal Super Flu: Mengapa Harus Waspada?

Super Flu merupakan istilah populer untuk virus Influenza A (H3N2) Subclade K. Varian ini pertama kali terdeteksi masuk ke Indonesia pada Agustus 2025 dan telah menyebar di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur dan Jawa Barat. Karakteristik utamanya adalah tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa dan manifestasi klinis yang lebih berat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa penderita Super Flu umumnya mengalami demam tinggi mendadak nyeri otot yang sangat hebat, kelelahan ekstrem (prostration), serta batuk yang persisten.

“Walaupun tingkat fatalitasnya tidak setinggi COVID-19, varian ini memberikan beban fisik yang lebih berat pada pasien, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan komorbid,” ujar Ani dalam keterangannya di Jakarta.

Strategi Antisipasi Pemprov DKI

Gubernur Pramono Anung secara khusus telah memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan untuk memperkuat lini pertahanan kesehatan. Berikut adalah empat strategi utama yang dijalankan:

  1. Penguatan Surveilans dan Deteksi Dini

Pemprov DKI menginstruksikan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan melalui tes PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS). Langkah ini bertujuan untuk membedakan antara flu biasa dengan varian Subclade K secara akurat dan cepat.

  1. Akselerasi Vaksinasi Influenza

Di tengah meningkatnya kekhawatiran warga, permintaan vaksin influenza di sejumlah klinik di Jakarta dilaporkan melonjak. Pemprov DKI mendorong masyarakat, khususnya kelompok berisiko, untuk segera mendapatkan vaksin influenza tahunan. Meski virus terus bermutasi, vaksin yang tersedia saat ini dinilai masih memberikan perlindungan signifikan terhadap risiko keparahan.

  1. Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Meski belum ada kasus di Jakarta, sejumlah RSUD telah mulai menyiagakan ruang isolasi khusus jika terjadi lonjakan mendadak. Selain itu, stok obat-obatan antivirus dan peralatan pendukung pernapasan dipastikan dalam kondisi aman.

  1. Sosialisasi PHBS dan Protokol Kesehatan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengimbau warga untuk kembali memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin memakai masker di tempat umum yang padat, rajin mencuci tangan, dan yang terpenting, segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi lebih dari tiga hari,” kata Rano saat meninjau kesiapan di wilayah Jakarta Barat.

Kondisi Lapangan: Antusiasme Warga Terhadap Vaksin

Di tingkat tapak, kesadaran masyarakat mulai terbangun. Di Klinik Pratama Dermaga Raya, Jakarta Timur, tercatat sebanyak 150 pasien telah melakukan vaksinasi influenza dalam periode awal Januari saja. Hal ini menunjukkan respons proaktif warga dalam menghadapi ancaman virus ini.

Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik berlebihan namun tetap waspada. Kemenkes mencatat total ada 62 kasus terdeteksi di seluruh Indonesia selama periode Agustus hingga Desember 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada perempuan dan anak-anak, yang menekankan pentingnya perlindungan ekstra bagi anggota keluarga di rumah.