Minum Minyak Kayu Putih Bisa Sembuhkan Flu? Cek Fakta dan Risikonya

Minum Minyak Kayu Putih Bisa Sembuhkan Flu Cek Fakta dan Risikonya

CERMAT KITA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan tren kesehatan alternatif yang mengklaim mampu meredakan gejala flu, batuk, hingga sesak napas dengan cepat. Unggahan yang beredar luas di platform TikTok dan WhatsApp tersebut menyarankan masyarakat untuk meneteskan minyak kayu putih (Cajuput Oil) ke dalam air hangat untuk kemudian diminum.

Namun, di balik klaim kesembuhan instan tersebut, para ahli kesehatan justru memberikan peringatan keras. Fenomena ini memicu perdebatan: apakah ini solusi herbal yang jenius atau justru praktik berbahaya yang mengancam nyawa?

Awal Mula Tren dan Klaim yang Beredar

Tren ini sebenarnya bukan hal baru. Saat pandemi COVID-19 melanda, narasi serupa sempat viral. Kini, di tengah cuaca ekstrem yang memicu lonjakan kasus flu dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), tips ini kembali muncul. Pengguna media sosial menyarankan dosis 1 hingga 3 tetes minyak kayu putih dalam segelas air hangat.

Zat aktif utama dalam minyak kayu putih adalah 1,8-cineole (eucalyptol). Secara ilmiah, zat ini memang memiliki sifat antibakteri, anti-inflamasi, dan ekspektoran (pengencer dahak). Inilah yang mendasari keyakinan masyarakat bahwa meminumnya akan langsung menyerang sumber penyakit di tenggorokan dan paru-paru.

Fakta Medis: Minyak Kayu Putih Bukan untuk Diminum

Secara tegas, sebagian besar praktisi medis dan lembaga kesehatan seperti BPOM mengategorikan minyak kayu putih sebagai obat luar (topikal).

Menurut dr. Kevin Adrian dari laman kesehatan Alodokter, minyak kayu putih ditujukan untuk penggunaan luar karena sifatnya yang iritatif bagi jaringan mukosa dalam tubuh. Menelan minyak esensial ini, meski hanya beberapa tetes, dapat memicu efek samping yang serius.

“Minyak kayu putih termasuk dalam golongan hidrokarbon. Jika tertelan, zat ini tidak hanya mengiritasi lambung, tetapi bisa menyebabkan aspirasi di mana cairan masuk ke paru-paru dan menyebabkan peradangan hebat,” ungkap laporan medis yang dilansir dari KlikDokter.

Risiko Keracunan dan Bahaya Fatal

Mengonsumsi minyak kayu putih secara oral bukan sekadar “mencoba herbal,” melainkan berisiko keracunan. Gejala keracunan minyak kayu putih dapat muncul dengan sangat cepat, antara lain:

  • Gangguan Pencernaan: Mual, muntah hebat, dan diare.
  • Efek Neurologis: Pusing, disorientasi, hingga kejang-kejang.
  • Gangguan Pernapasan: Sesak napas akut dan kulit membiru (sianosis).
  • Risiko Kematian: Dalam dosis tertentu (sekitar 3-4 mL), minyak eucalyptus yang terkandung di dalamnya dapat berakibat fatal bagi orang dewasa, dan jauh lebih sedikit bagi anak-anak.

Sebuah artikel dari Industry.co.id menekankan bahwa bahkan masyarakat Aborigin di Australia, tempat asal pohon kayu putih, tidak pernah meminum minyaknya. Mereka hanya memanfaatkan uap dari daun yang direbus, bukan minyak hasil distilasi konsentrat tinggi.

Cara yang Benar dan Aman Menurut Ahli

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat 1,8-cineole untuk meredakan flu, para ahli menyarankan tiga metode yang sudah teruji aman:

  1. Inhalasi Uap (Steam Inhalation): Teteskan minyak kayu putih ke dalam wadah berisi air panas, lalu hirup uapnya. Ini akan membantu mengencerkan lendir di hidung dan saluran pernapasan tanpa melukai organ dalam.
  2. Aplikasi Topikal: Oleskan pada dada, leher, dan punggung untuk memberikan sensasi hangat dan membantu melegakan pernapasan melalui aroma yang terhirup.
  3. Penggunaan Diffuser: Menggunakan alat diffuser untuk menyebarkan aroma minyak kayu putih di ruangan dapat membantu membersihkan udara dan melegakan pernapasan secara pasif.

Tanggapan BPOM dan Langkah Keamanan

Hingga saat ini, izin edar minyak kayu putih yang dikeluarkan oleh BPOM adalah sebagai obat tradisional untuk pemakaian luar. Produk yang boleh diminum biasanya memiliki label khusus “Food Grade” atau terdaftar sebagai suplemen kesehatan oral, yang mana minyak kayu putih murni tidak termasuk di dalamnya.

Para ahli menyarankan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan testimoni di media sosial yang tidak didasari oleh bukti klinis. Jika gejala flu tidak kunjung sembuh dalam 3 hari, disertai demam tinggi atau sesak napas, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat daripada mencoba pengobatan alternatif yang berisiko.