Warga Jakarta Serbu Blok M, Kuliner Viral Jadi Incaran

Warga Jakarta Serbu Blok M, Kuliner Viral Jadi Incaran

CERMAT KITAKawasan Blok M, Jakarta Selatan, kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata urban paling ikonik di ibu kota. Memasuki puncak libur Natal dan cuti bersama pada akhir Desember 2025, ribuan warga dari berbagai sudut Jabodetabek terpantau memadati area yang kini bertransformasi menjadi pusat gaya hidup kekinian tersebut. Fenomena “serbuan” warga ini tidak hanya menciptakan kepadatan di trotoar, tetapi juga menyebabkan antrean panjang di hampir seluruh gerai kuliner populer dan kemacetan di jalan-jalan protokol sekitarnya.

Transformasi Blok M: Dari Area Tua Menjadi Hipster Hub

Jika beberapa tahun lalu Blok M dikenal sebagai kawasan yang mulai meredup, kini wajahnya telah berubah total. Keberadaan M Bloc Space, revitalisasi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, hingga integrasi transportasi publik MRT Jakarta telah menjadikan kawasan ini sebagai titik temu lintas generasi.

Pada libur Natal kali ini, antusiasme warga terlihat berkali-kali lipat lebih besar dibanding akhir pekan biasanya. Sejak pagi hari, arus pengunjung yang keluar dari stasiun MRT Blok M BCA tampak tak terputus. Sebagian besar pengunjung didominasi oleh anak muda (Gen Z dan Milenial) serta keluarga yang ingin menikmati suasana “Jakarta Rasa Baru” tanpa harus keluar kota.

Kuliner Viral: Antrean Berjam-jam Demi Sepotong Roti

Daya tarik utama yang memicu kerumunan besar adalah sektor kuliner. Kawasan Melawai dan sekitarnya kini dipenuhi oleh gerai-gerai makanan yang viral di media sosial. Salah satu titik terpadat terpantau di depan gerai Little Salt Bread dan OO Donut. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean pengunjung bahkan mengular hingga menutupi sebagian trotoar, dengan waktu tunggu yang bisa mencapai 1 hingga 2 jam.

“Saya datang dari Bekasi naik MRT khusus ke sini mau coba donat yang lagi ramai di TikTok. Ternyata pas sampai sini antreannya sudah panjang sekali, tapi karena sudah terlanjur sampai, ya tetap ikut antre,” ujar Sarah (22), salah satu pengunjung yang datang bersama rekan-rekannya.

Tidak hanya kuliner modern, kuliner legendaris seperti Bakmi Dondon di lantai basement Blok M Square dan jajaran Gulai Tikungan (Gultik) di perempatan Mahakam tetap menjadi primadona. Gultik, khususnya, menjadi destinasi favorit saat malam hari, terutama bagi warga yang baru saja menyelesaikan ibadah Misa Natal di gereja-gereja sekitar Jakarta Selatan.

Taman Literasi: Ruang Publik yang Ramah Keluarga

Bagi mereka yang ingin menghindari hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu menjadi pilihan utama. Selama libur Natal, taman ini penuh sesak oleh warga yang melakukan piknik santai, membaca buku, atau sekadar berfoto di area tribun yang estetik. Keberadaan perpustakaan mini dan area bermain anak menjadikan taman ini sebagai lokasi favorit bagi keluarga yang membawa balita.

Kondisi cuaca Jakarta yang cukup cerah di sore hari menambah minat warga untuk menghabiskan waktu di ruang terbuka. Namun, kepadatan ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama terkait kebersihan dan ketersediaan tempat duduk yang sangat terbatas karena membludaknya jumlah pengunjung.

Kemacetan dan Tantangan Transportasi

Kepadatan manusia di dalam kawasan Blok M berbanding lurus dengan kemacetan lalu lintas di luar kawasan. Jalan Sisingamangaraja, Jalan Bulungan, dan Jalan Mahakam terpantau mengalami kepadatan kendaraan yang cukup parah. Kantong-kantong parkir di Blok M Square dan Blok M Plaza seringkali dilaporkan penuh sejak siang hari, memaksa banyak pengendara mencari parkir liar yang berujung pada penyempitan badan jalan.

Pihak Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat telah berupaya melakukan rekayasa lalu lintas, namun volume kendaraan yang masuk ke kawasan Jakarta Selatan tetap tidak terbendung. Warga sangat disarankan untuk memaksimalkan penggunaan transportasi umum seperti TransJakarta dan MRT guna meminimalkan hambatan perjalanan.

Dampak Ekonomi bagi UMKM

Di sisi lain, serbuan warga ini membawa angin segar bagi para pelaku UMKM di kawasan Blok M. Pedagang kaki lima, toko kaset tua, hingga toko baju bekas (thrifting) di Blok M Square melaporkan kenaikan omzet yang signifikan hingga 50-70% selama periode libur Natal. Acara seperti Jakarta Christmas Market yang digelar di kawasan tersebut juga memberikan wadah bagi produk kreatif lokal untuk unjuk gigi di tengah ribuan pasang mata pengunjung.

Blok M telah membuktikan bahwa ruang kota yang dikelola dengan baik dan memiliki narasi budaya yang kuat akan selalu memiliki daya tarik bagi masyarakat. Meski harus berdesakan, warga tampak tetap menikmati atmosfer liburan di kawasan yang memadukan unsur nostalgia dan modernitas ini.