CERMAT KITA – Seribuan warga Kabupaten Pati menggelar aksi syukuran besar-besaran di Alun-alun Pati, sebagai bentuk reaksi publik setelah Bupati Pati, Sudewo, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus jual-beli jabatan perangkat desa.
Perayaan itu bukan sekadar berkumpul: warga membawa tumpeng, menggelar doa bersama, bahkan melakukan nazaran cukur gundul kepala sebagai simbol keringanan beban atas gejolak panjang yang mereka rasakan selama kepemimpinan Sudewo.
Perayaan di Alun-alun Pati
Pantauan media pada pukul 15.00 WIB menunjukkan ribuan warga mulai berdatangan ke Alun-alun, membawa nasi berkat, tumpeng, dan alat pengeras suara. Dua kelompok utama, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Gabungan Aktivis Pati (GAP), menjadi penggagas acara.
Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat. Setelah doa, nasi berkat dibagikan kepada warga yang hadir. Sebagian warga kemudian secara sukarela mencukur gundul kepala mereka, mengikatkan makna simbolis tentang “ringannya beban setelah sekian lama berjuang”.
Seorang perwakilan AMPB, Huseini, menyatakan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk syukur atas upaya pemberantasan praktik pungli yang kini mulai terkuak oleh KPK. Menurutnya, warga telah berbulan-bulan mengadvokasi pengungkapan dugaan praktik jual-beli jabatan di Pati sebuah perjuangan yang disebutnya melelahkan dan penuh intimidasi.
“Kami merasa ringan, karena kita berbulan-bulan berjuang bersama masyarakat itu rasanya berat sekali menghadapi kekuatan yang luar biasa,” ujar Huseini kepada wartawan.
Ia juga berharap pemerintahan ke depan lebih peduli terhadap rakyat, tidak bertindak semena-mena, serta tahu diri terhadap aspirasi masyarakat.
Selain itu, Huseini menyampaikan kekhawatirannya atas dua tokoh aktivis lain Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto yang sedang menghadapi proses hukum atas tuduhan pemblokiran jalan saat demonstrasi sebelumnya. Ia berharap proses hukum terhadap keduanya bisa dipercepat dan menghasilkan keputusan yang adil.
Reaksi Warga dalam Ragam Bentuk
Tak hanya doa dan potong tumpeng, sejumlah warga juga terlibat dalam berbagai bentuk nazar. Media Media Indonesia melaporkan ada yang melakukan lari tiga kali mengelilingi alun-alun hingga ada yang mencukur rambut sebagai tanda simbolik pemenuhan nazar.
Beberapa warga bahkan turut membawa tumpeng ke lokasi syukuran, lalu dibagikan secara gratis kepada semua yang hadir. Kegiatan ini juga dipadukan dengan penyembelihan kambing serta pembagian makanan “Jumat Berkah” yang menurut panitia akan disalurkan ke korban bencana banjir di wilayah setempat.
Di bagian lain alun-alun dan kawasan pendopo pemerintahan, terlihat sejumlah karangan bunga ucapan terima kasih kepada KPK, menandakan dukungan publik terhadap langkah lembaga antirasuah itu.
Latar Belakang: Penahanan Bupati Sudewo
Fenomena syukuran ini berakar dari penahanan Bupati Pati, Sudewo, oleh KPK setelah operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (19/1/2026). KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka kasus jual-beli jabatan perangkat desa, di mana jabatan tertentu dijual dengan tarif yang diduga mencapai ratusan juta rupiah per orang.
KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp2,6 miliar, yang ditemukan dalam bentuk karung-karung di sejumlah lokasi terkait OTT tersebut. Uang ini diduga berasal dari praktik pemerasan dalam pengisian jabatan desa oleh Sudewo dan tiga kepala desa lain yang juga menjadi tersangka.
Setelah penyidikan, Sudewo bersama Kepala Desa Karangrowo Abdul Suyono, Kepala Desa Arumanis Sumarjiono, dan Kepala Desa Sukorukun Karjan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK sejak 20 Januari 2026 untuk 20 hari pertama penahanan.
Respons Publik dan Politik
Kasus ini juga memicu reaksi dari pejabat partai politik. Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan partainya menghormati proses hukum yang berjalan, meskipun kontroversi tersebut melibatkan kadernya sendiri. Mahkamah Partai pun tengah membahas nasib Sudewo di internal partai.
Catatan Historis: Persoalan Sebelumnya di Pati
Masalah Sudewo bukan sepenuhnya baru muncul. Sebelumnya, kebijakan kontroversial seperti kenaikan PBB secara drastis dan sejumlah aksi protes besar telah mewarnai hubungan antara pemimpin daerah ini dan warganya. Persoalan ini memicu aksi unjuk rasa besar pada 2025, meskipun belum sempat berujung pada pemakzulan di DPRD.
Mengapa Warga Bereaksi Sedemikian?
Bagi sebagian warga Pati, penetapan tersangka dan penahanan Sudewo oleh KPK merupakan titik balik dari dinamika politik dan pemerintahan yang selama ini penuh gesekan. Mereka menilai langkah KPK telah membawa perubahan nyata terhadap upaya pemberantasan korupsi di level daerah.
Pernyataan sikap warga melalui potong tumpeng, doa bersama, dan cukur gundul meskipun kadang tampak unik mencerminkan ekspresi kolektif atas harapan masyarakat terhadap tata pemerintahan yang bersih dan adil.
